[Cerbung] Green Corvus – Episode 8

Seorang wanita pertengahan lima puluhan tengah bercakap dengan Andromeda. Dia Nyonya Neeha. Perempuan yang masih terlihat cantik di usianya itu, membuka sebuah kotak besi dan memperlihatkan isinya pada Andromeda. Continue reading [Cerbung] Green Corvus – Episode 8

Advertisements

[Cerbung] Green Corvus – Episode 3

Thousand Rivers belum terlalu malam. Baru pukul delapan lewat beberapa menit. Aries baru saja tiba di dermaga Queen. Perjalanannya ke Diamond City memang menggunakan speed boat yang berawal dan berakhir di dermaga Queen. Beberapa kapal dan speed boat juga tampak bersandar, dan sebagian lagi siap untuk berangkat dengan berbagai tujuan. Continue reading [Cerbung] Green Corvus – Episode 3

[Cerbung] Green Corvus – Episode 2

Masih pagi. Baru pukul tujuh lewat. Tapi Aries dan Aurora sudah siap di meja makan. Tiga porsi omelet tampak terhidang di meja, beserta salad dan dua gelas cokelat panas. Aurora selalu membuat tiga porsi omelet karena Aries selalu meminta jatah dua porsi. Tak masalah bagi Aurora. Karena setelahnya, Aries akan mencurahkan energi dari salad dan omelet itu untuk berkutat dengan naskah-naskahnya. Mengedit, atau menulis naskah baru. Continue reading [Cerbung] Green Corvus – Episode 2

[Cerbung] Green Corvus – Episode 1

Sudah larut malam. Tapi Andromeda belum juga bisa memejamkan matanya. Sejak merebahkan tubuhnya di ranjang pukul sembilan tadi, dia hanya sibuk membolak-balikkan badan saja, sambil sesekali menghela napas panjang. Udara dingin kota Thousand Rivers tak mampu membuatnya terlelap seperti biasanya. Andromeda justru merasa kegerahan hingga harus membuka selimutnya. Continue reading [Cerbung] Green Corvus – Episode 1

[Cerpen] APRESIASI

“Hai, Bin!” Tiba-tiba Ima menyeruduk punggungku dari arah belakang, hingga ijazah dan beberapa hadiah yang kupegang lepas dari dekapan. Boneka rajutan, bunga imitasi, buku, dan hiasan lumba-lumba dari benang rajutan, berserakan di tanah.

Melihat dengus kesalku, Ima malah terkekeh. Sudah sangat lama rasanya kami tidak bercengkerama. Terakhir kali, hubungan kami berakhir canggung. Continue reading [Cerpen] APRESIASI