[Cerpen] Perempuan yang Meneguk Senja di Hari Pernikahan

Kita berdua adalah cerita yang berjalan terlampau rapuh. Dari kota dengan debur ombak yang selalu riuh. Kota yang menyimpan masjid megah di tepian pantainya, menghadap senja. Menghadap akhir pengembaraan manusia. Continue reading [Cerpen] Perempuan yang Meneguk Senja di Hari Pernikahan

Advertisements

[Cerpen] APRESIASI

“Hai, Bin!” Tiba-tiba Ima menyeruduk punggungku dari arah belakang, hingga ijazah dan beberapa hadiah yang kupegang lepas dari dekapan. Boneka rajutan, bunga imitasi, buku, dan hiasan lumba-lumba dari benang rajutan, berserakan di tanah.

Melihat dengus kesalku, Ima malah terkekeh. Sudah sangat lama rasanya kami tidak bercengkerama. Terakhir kali, hubungan kami berakhir canggung. Continue reading [Cerpen] APRESIASI