[Cerpen] APRESIASI

“Hai, Bin!” Tiba-tiba Ima menyeruduk punggungku dari arah belakang, hingga ijazah dan beberapa hadiah yang kupegang lepas dari dekapan. Boneka rajutan, bunga imitasi, buku, dan hiasan lumba-lumba dari benang rajutan, berserakan di tanah.

Melihat dengus kesalku, Ima malah terkekeh. Sudah sangat lama rasanya kami tidak bercengkerama. Terakhir kali, hubungan kami berakhir canggung. Continue reading [Cerpen] APRESIASI